SINTA

3.2

Impact

Scholar

11

H-Index

Journal of Social Knowledge Education (JSKE)

an Open Access Journal


Museum Geologi dan Prasejarah di Makassar Dengan Pendekatan Arsitektur High Tech

Share
  • Tujuan Penelitian: Menyusun suatu landasan konseptual desain perancangan Museum Geologi dan Prasejarah dengan pendekatan arsitektur high tech, Menerapkan sistem Double Fasade, Light Pipe dan Sistem Photovoltaic pada bangunan, Mengaplikasikan Inteligent System pada Utilitas bangunan

    Metodologi: Metode pembahasan dilakukan dengan metode deskriptif, yaitu menguraikan, menjabarkan, dan menjelaskan tentang faktor-faktor yang dibutuhkan dalam perencanaan dan faktor yang menentukan desain. Berdasarkan hal tersebut, akan diadakan pengumpulan data yang diperlukan kemudian dijabarkan dalam bentuk tabel, gambar dan desain gambar dan maket dan dianalisa untuk menghasilkan kesimpulan, batasan dan anggapan.

    Temuan Utama: Kondisi kualitas udara di Makassar di beberapa titik tersebut tergolong tercemar contohnya di kawasan pusat perbelanjaan dan daerah padat lalu lintas. Tingginya pergerakan dan kepadatan kendaraan bermotor serta kurangnya ruang terbuka hijau menjadi simpul utama pencemaran udara di Kota Makassar aka wilayah pengembangan yang sesuai untuk perencanaan Museum Geologi dan Prasejarah ini.

    Keterbaruan/Keaslian penelitian: Konsep ini hadir untuk menjawab tantangan tersebut, dimana kita tahu bahwa geologi dan prasejarah adalah peninggalan masa lampau yang tetap harus dilestarikan. Hal ini cukup unik dan diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung khususnya yang bergelut dibidang pendidikan dan masyarakat pada umumnya.

  • How to cite

    [1]
    S. Saefullah, “Museum Geologi dan Prasejarah di Makassar Dengan Pendekatan Arsitektur High Tech”, Jo. Soc. Know. Ed, vol. 3, no. 2, pp. 38–42, May 2022, doi: 10.37251/jske.v3i2.408.
  • 233
    Abstract views
    273
    Downloads

    Metrics — Badges

    1. Ching, Francis D.K. 2000. Arsitektur: Bentuk, Ruang dan Tatanan. Penerbit Erlangga, Jakarta De Chiara, Time Saver Standards For buildings Type Davies, colin. High Tech Architecture
    2. Moh. Amir Sutarga, Studi Museologia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, hal 3
    3. Moh. Amir Sutarga, Pedoman Penyelenggaraan dan Pengelolaan Museum, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1978, hal 105
    4. Akbar, Ali. 2010. Museum di Indonesia, Kendala dan Harapan. Jakarta : Papas Sinar Sinanti, Anggota IKAPI.
    5. Album Kepurbakalaan Sulawesi Selatan Jilid I Anonim, 1992/1993, Pedoman Pendirian Museum, Kecil Tapi Indah. Jakarta : Direktorat Jenderal Kebudayaan, Proyek Pembinaan Permuseuman.
    6. Anonim, 1997/1998, Pedoman Tata Pameran Di Museum. Jakarta: Depdikbud.
    7. Anonim, 1988, Kecil Tetapi Indah Pedoman Pendirian Museum. Jakarta. Depdikbud.
    8. Neufert, Ernest. 2002. Data Arsitek JILID II. Penerbit Erlangga, Jakarta
    9. Nova pina S.2009.Medan Science Education Center (architecture High Tech)
    10. Neufert. Data Arsitek.Jilid 2.250 133
    11. Sukandarrumindi.(2009). Bahan Galian Industri. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
    12. Sijabat,Rudolf Bastian.2010.Medan Science Center (Arsitektur High Tech) (Science Fisika).Program sarjana.Universitas Sumatera Utara
    13. Setyadi,adhitya.2010. Museum Vulkanologi Merapi di Yogyakarta.program sarjana.Universitas Atma Jaya. Yogyakarta
    14. Yulianti vicka widia.2008.Medan local TV station (architecture High Tech
    15. Anonim, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010, tentang Cagar Budaya
    16. Anonim, Direktorat Museum, 2010. Pedoman Museum Indonesia. Jakarta: Direktorat Museum
    17. Anonim.2010.Pedoman Penyelenggaraan Museum Situs