SINTA

3.2

Impact

Scholar

11

H-Index

Journal of Social Knowledge Education (JSKE)

an Open Access Journal


Revitalisasi Kawasan Bersejarah Sebagai Objek Wisata

Share
  • Tujuan Penelitian: Revitalisasi Kawasan merupakan upaya untuk menghidupkan kembali lingkungan dan upaya pelestarian kawasan budaya karena setiap kota memiliki kawasan cagar budaya yang perlu dilestarikan. Adanya ancaman modernisasi, sehingga perlu adanya upaya pelestarian seperti melakukan revitalisasi kawasan. Lokasi studi kasus dalam penelitian ini adalah kawasan bersejarah sebagai objek wisata di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa yaitu Mesjid Tua Katangka, Makam Sultan Hasanuddin dan Museum Balla Lompoa.

    Metodologi: Penelitian difokuskan pada jenis kegiatan revitalisasi apa yang perlu dilakukan pada kawasan bersejarah dan strategi pengembangan kawasan bersejarah pada lokasi penelitian. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis potensi kawasan dan analisis SWOT.

    Temuan Utama: Dari hasil analisa diatas dapat diketahui bahwa lokasi penelitian memiliki potensi (sosio-kultural, sosio-budaya, segi fisik lingkungan) dan strategi pengembangan kawasan meliputi kerjasama dengan instansi terkait, peningkatan infrastruktur kawasan untuk mendukung kegiatan dan aktivitas perkotaan, serta mengembangkan potensi budaya dan kesenian daerah melibatkan penduduk setempat disertai dengan sosialisasi pemahaman mengenai upaya-upaya terhadap pemeliharaan kawasan bersejarah sebagai bentuk revitalisasi kawasan.

    Keterbaruan/Keaslian penelitian: Sebagai rekomendasi, perlu dilakukan strategi pengembangan kawasan bersejarah, untuk menghidupkan kembali lingkungan, kawasan dan bagunan maupun infrastrukturnya yang sudah tidak berfungsi maksimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dasar kepada pemerintah dan masyarakat dalam hal mengenai sejarah di lokasi penelitian terkait dengan pelestarian dan pengembangan kawasan.

  • How to cite

    [1]
    N. Ulva, M. Halifah Mustami, and N. Aksa, “Revitalisasi Kawasan Bersejarah Sebagai Objek Wisata”, Jo. Soc. Know. Ed, vol. 3, no. 1, pp. 1–5, Feb. 2022, doi: 10.37251/jske.v3i1.399.
  • 1560
    Abstract views
    913
    Downloads

    Metrics — Badges

    1. M. . Nawafil and Junaidi, “Revitalisasi Paradigma Baru Dunia Pembelajaran yang Membebaskan,” J. Pendidik. Islam Indones., vol. 4, no. April, pp. 215–225, 2020, doi: 10.35316/jpii.v4i2.193. DOI: https://doi.org/10.35316/jpii.v4i2.193
    2. I. Nurhidayah, N. O. Hidayati, and A. Nuraeni, “Revitalisasi Posyandu melalui Pemberdayaan Kader Kesehatan,” MKK, vol. 2, no. 2, pp. 145–157, 2019. DOI: https://doi.org/10.24198/mkk.v2i2.22703
    3. N. Anoegrajekti, “Janger Banyuwangi dan Menakjinggo : Revitalisasi Budaya,” Literasi, vol. 4, no. 1, pp. 116–127, 2014.
    4. A. Prayudi, “PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI PADA KARYAWAN PD. PEMBANGUNAN KOTA BINJAI),” J. Manaj., vol. 6, no. 2, pp. 63–72, 2020. DOI: https://doi.org/10.28944/assyarikah.v2i1.367
    5. D. J. Mutaqin, M. B. Muslim, and N. H. Rahayu, “Analisis Konsep Forest City dalam Rencana Pembangunan Ibu Kota Negara Analisis Konsep Forest City dalam Rencana Pembangunan Ibu Kota,” Bappenas Work. Pap., vol. 4, no. 1, pp. 13–29, 2021. DOI: https://doi.org/10.47266/bwp.v4i1.87
    6. Syaifuddin, A. Hamire, and Dahlan, “Hubungan antara jumlah penduduk dengan alih fungsi lahan di kecamatan somba opu kabupaten gowa,” J. Agrisistem, vol. 9, no. 2, pp. 169–179, 2013.
    7. Jumardi, A. Muhiddin, Hamrun, and N. Khaerah, “Analisis Pemanfaatan Dana Desa Di Desa Bissoloro Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa,” J. Public Adm. Gov., vol. 1, no. 1, pp. 23–26, 2019. DOI: https://doi.org/10.22487/jpag.v1i1.13
    8. Kasmira, Alyas, and Sudarmi, “Strategi Pemerintah Dalam Pembangunan Infrastruktur Jalan di Kabupaten Gowa,” UNISMUH, vol. 1, no. 3, pp. 818–833, 2020.
    9. G. P. Báez and R. Vogel, “Global Survey of Revitalization Efforts : A mixed methods approach to understanding language revitalization practices,” Lang. Doc. Conserv., vol. 13, no. May, pp. 446–513, 2019.
    10. F. Rozi and I. K. Jannah, “Revitalisasi Pemberdayaan Budaya Karakter Nuansa Religiustik dalam Membentuk Perilaku Pekerti Santri,” Muróbbî J. Ilmu Pendidik., vol. 5, no. 1, pp. 17–34, 2020. DOI: https://doi.org/10.52431/murobbi.v5i1.334
    11. E. T. Susdarwono, A. Setiawan, and Y. N. Husna, “KEBIJAKAN NEGARA TERKAIT PERKEMBANGAN DAN REVITALISASI INDUSTRI PERTAHANAN INDONESIA DARI MASA KE MASA,” J. USM Law Rev., vol. 3, no. 1, pp. 155–181, 2020. DOI: https://doi.org/10.26623/julr.v3i1.2224
    12. E. I. Sihombing, R. T. Siregar, M. Silalahi, and I. Modifa, “KAJIAN REVITALISASI KAWASAN PEMATANG KOTA PEMATANGSIANTAR,” J. Reg. Plan., vol. 1, no. 1, pp. 51–64, 2020. DOI: https://doi.org/10.36985/a32ewf61
    13. B. T. Asmoro and M. Mujib, “Revitalisasi Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis ) Desa Sukodono Dalam Pengelolaan Obyek Wisata Coban Pandawa,” JPM (Jurnal Pemberdaya. Masyarakat), vol. 5, no. 1, pp. 373–379, 2020. DOI: https://doi.org/10.21067/jpm.v5i1.3411
    14. F. W. Ningrum, A. Nurheni, S. A. Umami, M. Sufanti, and Rohmadi, “Revitalisasi Budaya Literasi melalui Pemanfaatan Infografis,” Bul. KKN Pendidik., vol. 3, no. 2, pp. 161–168, 2021, doi: 10.23917/bkkndik.v3i2.14550. DOI: https://doi.org/10.23917/bkkndik.v3i2.14550
    15. Irwan, “Revitalisasi Civic Disposition Dalam Menumbuhkan Nilai-Nilai Pancasila Di Sekolah Dasar,” J. Basicedu, vol. 5, no. 2, 2021. DOI: https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i2.702