SINTA

3.2

Impact

Scholar

11

H-Index

Journal of Social Knowledge Education (JSKE)

an Open Access Journal


Social Learning and Community Empowerment in Halal Certification:  A Qualitative Study of P3H Mentoring at LP3H IAIN Bone

Share
  • Purpose of the study: This study analyzes social learning processes and community empowerment, framing P3H mentoring as a form of social intervention that drives changes in MSMEs' knowledge, attitudes, and behavior, through the transformation of halal certification awareness among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) through Halal Product Process Assistance (P3H) conducted by the Halal Product Process Assistance Institution (LP3H) of  IAIN Bone in Bone Regency, departing from the issue that increased access to halal certification programs has not always been followed by changes in MSME understanding and awareness regarding the substance of halal product assurance.

    Methodology: This study employs a descriptive-analytical qualitative approach with data collection through observation, in-depth interviews, and documentation, selecting informants via purposive sampling consisting of LP3H management, P3H assistants, and MSME actors, and analyzing data through reduction, coding, data display, and conclusion verification, with data validity tested through triangulation and member checking.

    Main Findings: The P3H assistance takes place through four stages: preparation, pre-certification, data input and field verification, and post-certification, driving a shift in MSME awareness across cognitive, affective, and conative aspects from viewing halal certification as an administrative obligation toward seeing it as an instrument for consumer protection and business development, supported by the SEHATI program, proactive assistance approaches, and religious-economic motivations, while hindered by low digital and legal literacy, data security concerns, and SIHALAL system constraints.

    Novelty/Originality of this study: This study offers a distinct novelty by examining the transformation of awareness in resolving the specific phenomenon of 'cultural halal', the deep-rooted community belief that food produced by fellow Muslims inherently guarantees halal status without formal certification through structured P3H mentoring, highlighting that certification effectiveness depends on bridging traditional assumptions with formal legal compliance across cognitive, affective, and conative dimensions.

  • How to cite

    [1]
    N. N, L. Arake, and K. Kamiruddin, “Social Learning and Community Empowerment in Halal Certification:  A Qualitative Study of P3H Mentoring at LP3H IAIN Bone”, Jo. Soc. Know. Ed, vol. 7, no. 4, pp. 520–531, Jul. 2026, doi: 10.37251/jske.v7i4.3663.
  • 18
    Abstract views
    7
    Downloads

    Metrics — Badges

    1. [1] Kemenperin RI, “Strategi industri halal Kemenperin: Dari infrastruktur nasional ke pasar dunia,” Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Diakses: 27 Januari 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://halal.kemenperin.go.id/berita/strategi-industri-halal-kemenperin-dari-infrastruktur-nasional-ke-pasar-dunia
    2. [2] Prayer Times, “Global Muslim population,” Prayer Times. Diakses: 9 Juli 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://timesprayer.com/en/muslim-population/
    3. [3] BPJPH, “Masa penahapan usai, kewajiban sertifikasi halal berlaku mulai 18 Oktober 2024,” Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal. Diakses: 18 Januari 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://bpjph.halal.go.id/detail/masa-penahapan-usai-kewajiban-sertifikasi-halal-berlaku-mulai-18-oktober-2024
    4. [4] Kemenperin RI, “Sistem informasi industri halal,” Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Diakses: 27 Januari 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://halal.kemenperin.go.id/informasi-publik/ sistem-informasi-industri-halal
    5. [5] BPS Kabupaten Bone, Kabupaten Bone dalam angka 2025, 20 ed. BPS Kabupaten Bone, 2025.
    6. [6] D. Erlangga dan A. Patimbangi, “Analisis minat pelaku UMK dalam menggunakan sertifikat halal pada Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone,” J. Ikraith-Ekonomika, vol. 8, no. 3, hal. 786–795, 2025, doi: 10.37817/ikraith-ekonomika.v8i3.
    7. [7] A. Sukamto, E. Nurachmad, A. Mulyana, D. Hendrawan, A. A. Sugiarto, dan D. R. Wandika, “Penguatan kapasitas UMK dalam sertifikasi halal melalui pendampingan teknologi aplikasi SiHalam di Kota Bogor,” J. Abdimas Dedik. Kesatuan, vol. 7, no. 1, hal. 53–58, Jan 2026, doi: 10.37641/jadkes.v7i1.4964.
    8. [8] Z. A. Fauziah, R. S. Sabilla, R. Khoerunnisa, dan L. Marlina, “Dampak literasi halal food dan kesadaran sertifikasi halal terhadap keputusan pembelian Korean food (Studi kasus Generasi Z),” Ekon. Keuang. Syariah dan Akunt. Pajak, vol. 2, no. 4, hal. 30–43, Okt 2025, doi: 10.61132/eksap.v2i4.1584.
    9. [9] Heriyani, A. I. Fahrika, dan Fitriani, “Penerapan perilaku halal lifestyle terhadap minat beli produk berlabel halal di platform e-commerce Shopee (Studi pada Gen Z di Kabupaten Bone),” EKOMA J. Ekon. Manajemen, Akunt., vol. 4, no. 4, hal. 6616–6630, 2025, doi: 10.56799/ekoma.v4i4.9183.
    10. [10] A. Sartika G., I. Amir, Satriadi, Rosita, dan Ilmiyati, “Urgensi sertifikasi halal dan pencantuman label halal terhadap produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah,” Const. Law Rev., vol. 1, no. 2, hal. 92–101, Okt 2022, doi: 10.30863/clr.v1i2.4002.
    11. [11] L. Latifah, F. Huda, Krisdianto, M. Sya’roni, dan I. Hozaini, “Sosialisasi literasi produk halal dan sertifikat halal di PCM Krembangan Surabaya,” J. Serambi Abdimas, vol. 6, no. 01, hal. 17, Jun 2025, doi: 10.20884/sa.v6i01.15096.
    12. [12] A. Liani et al., “Improving halal literacy through socialization of halal product certification for the Menjangan Village community,” BATIK J. Pengemb. dan Pengabdi. Masy. Multikultural, vol. 3, no. 3, hal. 141–147, 2025, doi: 10.57152/batik.v3i3.2423.
    13. [13] I. D. Lestari, Engkus, dan W. S. Abdillah, “Efektivitas pelayanan Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) melalui mekanisme self declare bagi UMK di LP3H UIN Sunan Gunung Djati Bandung,” Din. J. Ilm. Ilmu Adm. Negara, vol. 12, no. 3, hal. 3–12, 2025.
    14. [14] A. Tarhib dan S. Zulaikha, “Strategi Metro Halal Center dalam meningkatkan kesadaran pelaku UMK terhadap sertifikasi halal,” At-Thullab J., vol. 6, no. 2, hal. 1762–1781, 2024, doi: 10.20885/tullab.vol6. iss2.art11.
    15. [15] R. Fitri dan A. A. Anindya, “Sertifikasi halal dan pengaruhnya terhadap kinerja UMK,” J. J-Pro, vol. 5, no. 2, hal. 324–336, 2024.
    16. [16] K. Nurhidayat, Afdawaiza, dan A. P. Handayani, “Pengaruh kepemilikan sertifikasi halal dan modal usaha terhadap pendapatan usaha: Studi empiris pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMK) bidang kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta,” Al-Masharif J. Ilmu Ekon. dan Keislam., vol. 12, no. 2, hal. 139–155, 2024.
    17. [17] S. Wahyuningsih, “Peran pendamping proses produk halal terhadap pelaku usaha mikro di Kota Parepare,” IAIN Parepare, 2024.
    18. [18] BPJPH, “Lembaga pendampingan proses produk halal,” Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal. Diakses: 13 April 2026. [Daring]. Tersedia pada: http://app.halal.go.id/dashboard/html/lp3hprofile?id=7fc 31673-07d3-4379-9e47-cc1ac3a9bcc8
    19. [19] Zakaria, Laporan LP3H IAIN Bone: Wawancara 01 April 2026. 2026.
    20. [20] R. A. A. Wattimena, Teori transformasi kesadaran dan pengembangannya, 1 ed. Rumah Filsafat, 2025.
    21. [21] S. Soekanto, Kesadaran hukum dan kepatuhan hukum. Jakarta: Rajawali Pers, 1982.
    22. [22] U. Unisara, T. I. Purnamasari, dan L. F. Cahyadi, “Kesadaran hukum pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) produk makanan dalam melaksanakan sertifikasi halal melalui self declare perspektif hukum Islam di Desa Sedau Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat,” Muamalat J. Kaji. Huk. Ekon. Syariah, vol. 16, no. 1, 2024.
    23. [23] D. S. Ardiantono, G. D. Ardyansyah, M. F. Sugihartanto, M. U. Al Mustofa, dan N. Lisdiantini, “Mapping the barrier and strategic solutions of halal supply chain implementation in small and medium enterprises,” J. Islam. Mark., vol. 15, no. 7, hal. 1673–1705, Jun 2024, doi: 10.1108/JIMA-08-2022-0229.
    24. [24] I. Yuliani, “Implementasi program sertifikasi halal gratis (Sehati) dalam mendorong minat pelaku UMK Indonesia mengajukan sertifikasi halal,” J. Manag. Sharia Bus., vol. 2, no. 1, 2023, doi: 10.30983/krigan. v1i2.7630.
    25. [25] S. Khairawati, S. Murtiyani, Wijiharta, I. Yusanto, dan M. B. Murtadlo, “Kendala sertifikasi halal pada UMK di Indoneisa: Sebuah kajian literatur,” J. Akuntansi, Manaj. dan Ilmu Ekon., vol. 5, no. 2, hal. 242–256, 2025