SINTA

2.5

Impact

Google Scholar

10

h-index

Indonesian Journal of Education Research (IJoER)

Open Access Journal


Kesantunan Berbahasa dalam Proses Pembelajaran Bidang Studi Bahasa Indonesia di Kelas VIII SMP Negeri 1 Limbur Kabupaten Bungo

Share
  • Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa para siswa dengn guru dalam proses pembelajaran bidang studi bahasa Indonesia di kelas VIII SMPN 1 Limbur Kabupaten Muara Bungo. Kemudian mendeskripsikan kesantunan berbahasa antarsiswa dalam proses pembelajaran bidang studi bahasa Indonesia di kelas VIII SMPN 1 Libur Kabupaten Muaro Bungo.

    Metodologi: Pendekatan yang digunakan untuk penelitian ini adalah kualitatif. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif karena dapat menghasilkan data deskriptif berupa kata kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.

    Temuan Utama: Berdasarkan hasil penelitian terhadap pematuhan dan pelanggaran terhadap prinsip sopan santun siswa kelas VIII SMPN 1 Limbur kabupaten Muara Bungo dan setelah melakukan analisis terhadap tuturan langsung siswa kelas VIII SMPN 1 Limbur kabupaten Muaro Bungo, peneliti menyimpulkan pemakaian prinsip sopan santun yang sering digunakan antara siswa dengan guru kelas VIII SMPN 1 Limbur Muara kabupaten Bungo adalah maksim kedermawan dan maksim pujian. Maksim kedermawanan sering digunakan karena adanya rasa saling menghoramti antara siswa dengan guru. Maksim yang sering dilanggar adalah maskim simpati.

    Keterbaruan/Keaslian dari Penelitian: Mengetahui kesantunan berbahasa dalam proses pembelajaran bidang studi bahasa indonesia.

  • How to cite

    [1]
    K. Putri, “Kesantunan Berbahasa dalam Proses Pembelajaran Bidang Studi Bahasa Indonesia di Kelas VIII SMP Negeri 1 Limbur Kabupaten Bungo”, Ind. Jou. Edu. Rsc, vol. 3, no. 4, pp. 80–85, Aug. 2022, doi: 10.37251/ijoer.v3i4.573.
  • 253
    Abstract views
    298
    Downloads

    Metrics — Badges

    1. I. F. Laily, “Pendekatan Komunikatif Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sd/Mi,” Al Ibtida J. Pendidik. Guru MI, vol. 2, no. 1, pp. 1–17, 2015, doi: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i1.176. DOI: https://doi.org/10.24235/al.ibtida.snj.v2i1.176
    2. A. P. Aprizal, “Urgensi Pembelajaran Bahasa Arab dalam Pendidikan Islam,” J. Pendidik. Guru, vol. 2, no. 2, pp. 87–93, 2021, doi: 10.29407/jsp.v6i1.227. DOI: https://doi.org/10.47783/jurpendigu.v2i2.232
    3. K. H. B. Sitepu, P. Petrus, and L. Lazarus, “Tindak Tutur Direktif Dalam Dialog Proses Belajar Mengajar Mata Pelajaran Biologi Di Smak Santo Aloysius Palangka Raya the Realization of The Directive’s Speech Action in The Dialogue of Teaching Learning Processes in Biological Lessons At Santo Aloysius,” Enggang J. Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, vol. 1, no. 2, pp. 79–90, 2021. DOI: https://doi.org/10.37304/enggang.v2i1.2858
    4. L. Sunadi, “Pengaruh Motivasi Belajar Dan Pemanfaatan Fasilitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas Xi Ips Di Sma Muhammadiyah 2 Surabaya,” J. Pendidik. Ekon., vol. 1, no. 3, pp. 1–19, 2013.
    5. O. Mailani, I. Nuraeni, S. A. Syakila, and J. Lazuardi, “Bahasa Sebagai Alat Komunikasi Dalam Kehidupan Manusia,” Kampret J., vol. 1, no. 1, pp. 1–10, 2022, doi: 10.35335/kampret.v1i1.8. DOI: https://doi.org/10.35335/kampret.v1i1.8
    6. T. A. Dwijayanti, “Tindak Tutur Ilokusi Peserta Didik Dalam Pebelajaran Bahasa Indonesia,” in Prosiding SENASBASA, 2019, vol. 3, no. 2, pp. 1009–1017.
    7. H. Yanto, R. Wardarita, and A. Ardiansyah, “Tindak Tutur dalam Acara Debat Calon Presiden Republik Indonesia 2019,” J. Educ. Res., vol. 2, no. 1, pp. 15–18, 2021, [Online]. Available: http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/ijalr/article/view/16036. DOI: https://doi.org/10.37985/jer.v2i1.40
    8. S. A. B A M, B. Setiawan, and K. Saddhono, “Penggunaan Bahasa Indonesia Pada Diskusi Siswa Smanegeri 4 Surakarta : Kajian Dengan Prinsip Kerja Sama Grice Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Keterampilan Berbicara,” Basastra J. Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, vol. 6, no. 1, p. 281, 2018, doi: 10.20961/basastra.v6i1.37720. DOI: https://doi.org/10.20961/basastra.v6i1.37720
    9. S. Mislikhah, “Kesantunan Berbahasa,” Ar-Raniry, Int. J. Islam. Stud., vol. 1, no. 2, p. 285, 2014, doi: 10.20859/jar.v1i2.18. DOI: https://doi.org/10.20859/jar.v1i2.18
    10. L. Hartini, A. R. Saifullah, and D. Sudana, “Linguistik Forensik terhadap Perbuatan Tidak Menyenangkan di Media Sosial (Kajian Pragmatik),” Deiksis, vol. 12, no. 03, pp. 259–269, 2020, doi: 10.30998/deiksis.v12i03.5416. DOI: https://doi.org/10.30998/deiksis.v12i03.5416
    11. Y. F. Y. Yonsa, “Menjalin Hubungan Sosial Melalui Kesantunan Berbahasa,” Sarasvati, vol. 2, no. 1, p. 72, 2020, doi: 10.30742/sv.v2i1.862. DOI: https://doi.org/10.30742/sv.v2i1.862
    12. R. P. Hermoyo, “Membentuk Komunikasi Yang Efektif Pada Masa Perkembangan Anak Usia Dini,” J. Pedagog., vol. 1, no. 1, 2014.
    13. N. S. Sukmadinata, Landasan PsikologiProses Pendidikan. Yogyakarta: Remaja Rosdakarya, 2005.
    14. D. N. Fitriana, “Kesantunan Berbahasa dalam Novel Teman Imaji Karya Mutia Parawitasari: Kajian Pragmatik,” J. Multidiscip. Stud., vol. 2, no. 1, pp. 31–46, 2018. DOI: https://doi.org/10.22515/academica.v2i1.2235