A Model for Developing Cultural and Civic Literacy as a Means of Character Habituation Among Students at Public Elementary Schools in Pulubala Subdistrict, Gorontalo Regency

Authors

  • Ismail Y Side Universitas Negeri Gorontalo
  • Zulaecha Ngiu Universitas Negeri Gorontalo
  • Candra Cuga Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.37251/jber.v7i3.3189

Keywords:

Cultural Literacy, Civic Literacy, Character Habituation, Elementary School, Model Development

Abstract

Purpose of the study: This study aims to develop a cultural and civic literacy model based on character habituation that is systematically integrated into the learning process, in order to address the dominance of reading–writing and numeracy literacy, and to strengthen the sustained internalization of values in the character development of elementary school students

Methodology: This study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The research subjects included students and teachers from three public elementary schools in Pulubala Subdistrict, Gorontalo Regency. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation, and analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques, with effectiveness tested using the N-Gain score

Main Findings: The results indicate that the implementation of cultural and civic literacy in elementary schools remains fragmented and is not yet supported by systematic instructional design. Based on needs analysis, students require contextual, simple, visually-based learning that is integrated with local culture. The developed model, LITBUD-KAR, has a very high level of validity (>92%), practicality, and user acceptance (>96%), and is effective in increasing student engagement, understanding of cultural and civic values, and character development, with an N-Gain value of 0.75 (high category)

Novelty/Originality of this study: The novelty of this study lies in the development of a cultural and civic literacy model based on character habituation, which is systematically integrated across intracurricular, co-curricular, extracurricular, and school culture dimensions. 

References

[1] B. Nitaliya, U. Kurnia, I. U., and A. Lathifah, “Pendidikan dan transformasi sosial tentang pandangan sosiologi terhadap dinamika masyarakat,” J-Diteksi (Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi), vol. 4, no. 1, pp. 46–51, 2025, doi: 10.30604/diteksi.v4i1.1933

[2] Z. F. Arbi and Amrullah, “Transformasi sosial dalam pendidikan karakter di era digital: Peluang dan tantangan,” Soc Stud Educ, vol. 2, no. 2, pp. 191–206, 2024, doi: 10.15642/sse.2024.2.2.191-206.

[3] S. E. Susanti, “Pendidikan karakter dalam membangun kecerdasan moral bagi anak usia dini perspektif Thomas Lickona,” Trilogi: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora, vol. 3, no. 1, pp. 10–17, 2022, doi: 10.33650/trilogi.v3i1.3396

[4] A. Widiastuti, F. T. Alwasi, D. A. Dewi, and R. S. Hayat, “Literasi budaya dan kewargaan sebagai upaya mempertahankan kebudayaan di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia,” Semant: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya, vol. 2, no. 1, 2024, doi: 10.61132/semantik.v2i1.192.

[5] L. Marlina, D. I. Romdoni, R. R. Ningsih, F. A. Baqi, and Mutaharoh, “Jurnal pendidikan dan pembelajaran bahasa Indonesia,” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia, vol. 15, no. 1, pp. 35–46, 2026, doi: 10.23887/jurnal_bahasa.v15i1.6917

[6] I. Suwahyu, “Pendidikan karakter sebagai fondasi utama pembentukan generasi berintegritas,” Teladan: Jurnal Pendidikan Umum dan Karakter, vol. 1, no. 1, pp. 1–8, 2025, doi: 10.66053/jpuk.v1i1.99

[7] W. Wuryandani, F. M. Firdaus, W. S. Hastuti, B. S. Adi, D. Salsavira, and C. Ningrum, “Membangun karakter bangsa melalui program literasi kewarganegaraan bagi guru dan siswa di Sekolah Indonesia-Bangkok,” Dedikasi: Community Service Reports, vol. 8, no. 1, pp. 75–93, 2026, doi: 10.20961/dedikasi.v8i1.2897.

[8] H. N. Rohmah, D. A. Dewi, and R. S. Hayat, “Penerapan nilai karakter kebangsaan melalui literasi budaya dan kewarganegaraan,” Daya Nasional: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, vol. 2, no. 2, pp. 39–45, 2024, doi: 10.26418/jdn.v2i2.74885

[9] M. W. Kurniawan, C. Darmawan, Sapriya, and Syaifullah, “Analisis model literasi kewarganegaraan dalam membentuk karakter kebangsaan peserta didik,” Jurnal Civic Hukum, vol. 10, no. 1, pp. 120–135, 2025, doi: 10.22219/jch.v10i1.40984

[10] M. Ahmadi, “Strategi komunikasi partisipatif sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan karakter anak usia dini,” Al Murtaja, vol. 2, no. 1, pp. 35–44, 2023, doi: 10.58518/almurtaja.v2i1.2029

[11] L. G. Ginting, “Keefektifan pelaksanaan pelatihan pembentukan karakter dengan metode pembelajaran partisipasi,” Lembaran Ilmu Kependidikan, vol. 50, no. 1, pp. 51–59, 2021, doi: 10.15294/lik.v50i1.29370.

[12] A. Nggilu, Y. Adhani, S. Nadia, and S. J. Dotutinggi, “A portrait of civics learning strategies oriented to national character at SMA Negeri 1 Kabila,” Journal of English Language Education, vol. 11, no. 2, pp. 382–389, 2026, doi: 10.31004/jele.v11i2.2165.

[13] A. Haniifah, T. Harsan, and I. Murtiningsih, “Efektivitas literasi budaya dan kewargaan dalam meningkatkan kebhinekaan global di SMP,” Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, vol. 6, no. 6, pp. 5792–5803, 2024.

[14] D. Permana, A. Rahman, D. Wildanb, Harsing, and A. Hasanah, “Landasan teori pendidikan karakter dalam perspektif teori perkembangan moral, kognitif, dan sosial,” Jurnal Belaindika: Pembelajaran dan Inovasi Pendidikan, vol. 7, no. 2, pp. 215–223, 2025, doi: 10.52005/belaindika.v7i2.355.

[15] A. Wahyuni, Pendidikan Karakter. Sidoarjo: Umsida Press, 2021.

[16] P. Pratiwi, M. F. Maulana, and I. Suardi, “Penerapan living values education (LVE) dalam pembentukan karakter peserta didik di SMP IT Arisa Medan,” Tut Wuri Handayani: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan, vol. 5, no. 1, pp. 93–113, 2026, doi: 10.59086/jkip.v5i1.1461.

[17] B. Alqadri, E. Kurniawansyah, and A. Fauzan, “Habituasi nilai-nilai karakter sebagai perilaku anti korupsi pada masyarakat Kajang,” Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman, vol. 8, no. 1, pp. 10–29, 2021.

[18] W. Fadhilah, S. Ritonga, and A. D. Putri, “Evaluasi integratif elemen capaian pembelajaran fase E dalam kerangka implementasi Kurikulum Merdeka,” Kampus Akademi Publishing: Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, vol. 3, no. 2, 2026, doi: 10.61722/jmia.v3i2.9472.

[19] L. L. Hakim and A. Rohaeni, “Dari transfer pengetahuan ke pembentukan karakter: Kajian teoretis atas tantangan pembelajaran PAI di sekolah dasar,” Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, vol. 7, no. 2, pp. 217–227, 2026, doi: 10.54543/syntaximperatif.v7i2.1015.

[20] Alya, “Integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar,” Intelekt: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademik, vol. 1, no. 1, pp. 83–94, 2025, doi: 10.64690/intelektual.v1i1.145.

[21] N. K. R. Riasinta, I. W. Widiana, and N. L. G. E. Sulindawati, “Implementasi pendidikan karakter melalui pembiasaan dalam meningkatkan sikap disiplin peserta didik,” J Educ (Jurnal Pendidikan Indonesia), vol. 11, pp. 113–121, 2026, doi: 10.29210/1202526695.

[22] R. Sriwiguna and M. S. Nugraha, “Evaluasi perencanaan pendidikan karakter Islam untuk mengoptimalkan implementasi kurikulum (studi kasus di MTs Persis 23 Cirengit),” Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam, vol. 4, no. 1, 2026, doi: 10.61132/jmpai.v4i1.1774.

[23] F. Rozi, Y. A. Ansya, and T. Salsabilla, Strategi Pendidikan Karakter untuk Siswa Sekolah Dasar dalam Mewujudkan Tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Yogyakarta: PT Penerbit Naga Pustaka, 2024.

[24] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2018.

[25] M. B. Miles and A. M. Huberman, Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: UI Press, 1992.

[26] A. Calam and A. M. Hasibuan, “Pengaruh pendekatan experiential learning terhadap kemampuan literasi sains siswa SD PAB 33 Sidodadi Kab. Deli Serdang,” JPIM: Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, vol. 2, no. 2, pp. 359–382, 2025.

[27] “R. G. O. Atento, L. F. Quinto, C. Ann, and M. H. Espelita, “Bridging global health workforce gaps 2050 : a multilevel analysis of global demand, Philippine supply fragilities, and competency alignment,” Int. J. Heal. Bus. Anal., vol. 1, no. 2, pp. 1–30, 2024.

[28] S. S. Salsabila and S. Gumiandari, “Pendekatan konstruktivis sosial dalam pembelajaran,” Jurnal Pendidikan dan Keguruan, vol. 2, pp. 456–464, 2024.

[29] Asmawati, Sahidin, E. Yunarzat, Saharuddin, Hamsah, L. Baso, et al., “Optimalisasi kompetensi guru dalam integrasi teknologi pembelajaran melalui professional learning community berbasis sekolah,” Jurnal Ilmu Manajemen Sosial Humaniora, vol. 8, no. 1, pp. 28–48, 2026, doi: 10.51454/jimsh.v8i1.1454.

[30] D. O. Ramadhani, E. N. Afifah, and F. Z. Nisak, “Pemanfaatan sumber daya lingkungan lokal untuk meningkatkan hasil belajar siswa,” Kampus Akademi Publishing: Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, vol. 3, 2025, doi: 10.61722/jipm.v3i1.699.

[31] A. Emda, Suriana, Mukhlis, and N. Hanim, “Strategi pembelajaran berbasis kearifan lokal,” Jurnal Kolaboratif Akademik Strategis, vol. 1, no. 1, pp. 1–8, 2024, doi: 10.26811/mv0p5344.

[32] Z. Adjie, Z. Ngiu, A. W. Wantu, Y. Adhani, R. Yunus, and Y. Sahi, Telaah Kurikulum dan Buku Teks Pendidikan Kewarganegaraan. Bayfa Cendekia Indonesia, 2025.

[33] Nikmah, “Implementasi literasi agama untuk meningkatkan keterampilan sosial pada siswa sekolah dasar,” Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan, vol. 1, no. 2, 2023, doi: 10.70437/edusiana.v1i2.227.

[34] E. Fadhylah and D. Wicaksono, “Tinjauan keselarasan konstruktif pada pengembangan sistem instruksional unit pembelajaran analisis cerpen di kelas 9,” Pandita: Interdisciplinary Journal of Public Affairs, vol. 9, no. 1, pp. 108–119, 2026, doi: 10.61332/ijpa.v9i1.431.

[35] R. H. A. Tamagola, I. W. Sudane, L. Laruli, Hasman, E. Palalas, and S. Shaddiq, “Rekonstruksi kurikulum matematika perguruan tinggi berbasis dampak: Studi desain kurikulum inovatif dan kolaboratif,” Journal of Education Research, vol. 6, no. 1, pp. 1986–2001, 2025, doi: 10.47827/jer.v6i1.728.

[36] A. N. Hasudungan, “Pembelajaran contextual teaching learning (CTL) pada masa pandemi COVID-19: Sebuah tinjauan,” Jurnal Dinamika, vol. 3, no. 2, pp. 112–126, 2022, doi: 10.18326/dinamika.v3i2.112-126.

[37] A. Darwanti, E. Fauziati, A. Fathoni, and Minsih, “Perspektif moral knowing Thomas Lickona pada pembentukan karakter disiplin siswa di sekolah dasar,” Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, vol. 8, no. 3, pp. 1–11, 2025, doi: 10.37329/cetta.v8i3.3996.

[38] N. A. Putri, S. Wafia, G. Najla, T. Alesha, and L. E. Hakim, “Peran psikologi dalam penerapan pendidikan karakter pada krisis moral,” Jurnal Nakula: Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial, vol. 3, no. 5, pp. 198–210, 2025, doi: 10.61132/nakula.v3i5.2179.

[39] D. R. Amanda, “Analisis penggunaan media pembelajaran berbasis media visual terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa,” JPBB: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya, vol. 3, no. 2, 2024, doi: 10.55606/jpbb.v3i2.3181.

[40] F. M. Jannah, M. Sholihah, S. Nichla, and C. Attalina, “Strategi implementasi literasi visual untuk meningkatkan minat baca siswa sekolah dasar kelas 4,” Jurnal Cakrawala Pendidikan dan Biologi, vol. 2, no. 3, pp. 32–48, 2025, doi: 10.61132/jucapenbi.v2i3.574.

[41] J. Sang, P. Gulo, C. Aulia, S. Lombu, L. Daviansyah, and H. Zebua, “Systematic literature review: Efektivitas metode teaching games for understanding (TGFU) pada pembelajaran bola basket,” Journal of Physical Health and Recreation, vol. 5, no. 4, pp. 434–453, 2025, doi: 10.55081/jphr.v5i4.4794.

[42] A. W. Estari, “Pentingnya memahami karakteristik peserta didik dalam proses pembelajaran,” Workshop Nasional Penguatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar, vol. 3, pp. 1439–1444, 2020, doi: 10.20961/shes.v3i3.56953.

[43] D. Firmansyah and D. Saepuloh, “Social learning theory: Cognitive and behavioral approaches,” Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik, vol. 1, no. 3, pp. 297–324, 2022, doi: 10.55927/jiph.v1i3.2317.

[44] R. A. Jabar, “Teori belajar sosial Albert Bandura dan konstruktivisme sosial Lev Vygotsky dalam pembelajaran pendidikan agama Islam,” Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan, vol. 5, no. 12, 2025, doi: 10.17977/um065.v5.i12.2025.6.

[45] T. W. Gultom, “Implementasi hidden curriculum pada kegiatan latihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS) di sekolah menengah atas,” Sabana: Sosiologi, Antropologi dan Budaya Nusantara, vol. 4, no. 1, pp. 150–163, 2025, doi: 10.55123/sabana.v4i1.5035.

[46] K. N. Wulan, Y. Yuniarsih, and K. Kosasih, “Analisis implementasi hidden curriculum dalam pembentukan karakter siswa di SMA Pondok Schooling Darul Ilmi Kabupaten Bandung (kajian berbasis analisis SWOT),” JAMP: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan, vol. 8, pp. 982–1003, 2025.

[47] B. Purwantiningsih, P. Astrinawati, and N. N. Arifin, “Peran guru dalam implementasi hidden curriculum untuk pembentukan kecerdasan spiritual siswa di madrasah ibtidaiyah,” Jurnal Al-Muta’Aliyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, vol. 6, no. 1, pp. 54–65, 2026, doi: 10.51700/mutaaliyah.v6i1.1340.

[48] A. Mangasak, “Pengembangan modul pembelajaran berbasis digital pada mata pelajaran informatika kelas VIII di SMP Kristen Kandora,” Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, vol. 8, no. 3, pp. 1565–1575, 2025, doi: 10.30605/jsgp.8.3.2025.6817.

[49] A. Trinaldi, S. Enik, M. Bambang, M. Afriani, F. A. Rahma, and Rustam, “Analisis kebutuhan penggunaan bahan ajar berbasis teknologi informasi,” Jurnal Basicedu, vol. 6, no. 6, pp. 9304–9314, 2022, doi: 10.31004/basicedu.v6i6.4037.

[50] A. Muhamad, M. Nasoha, and A. N. Khusna, “Revitalizing citizenship education to increase civic engagement in the sustainable development goals (SDGs) movement,” Litera: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, vol. 2, pp. 613–627, 2025.

[51] B. R. Saputra and Karsiwan, “Analisis perilaku sosial siswa berlandaskan perspektif teori Bandura,” Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, vol. 11, no. 3, 2024, doi: 10.31571/sosial.v11i3.8145.

[52] E. K. B. Hutapea and L. R. T. Simamora, “Peran guru dalam membentuk karakter siswa di sekolah,” JPIM: Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, vol. 2, pp. 1646–1655, 2025.

[53] N. Idham, Ahmadin, and Ibrahim, “Kurikulum responsif budaya sebagai strategi penguatan identitas lokal dalam pendidikan Indonesia,” PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, vol. 5, pp. 3310–3320, 2026.

Downloads

Published

2026-05-20

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
“A Model for Developing Cultural and Civic Literacy as a Means of Character Habituation Among Students at Public Elementary Schools in Pulubala Subdistrict, Gorontalo Regency”, J. Bs. Edu. R, vol. 7, no. 3, pp. 208–220, May 2026, doi: 10.37251/jber.v7i3.3189.